Home / Agenda / Fasilitasi Aspirasi DedemIT Lampung Hadirkan Video Conference

Fasilitasi Aspirasi DedemIT Lampung Hadirkan Video Conference

Diskusi pemanfaatan energi panas bumi

Selasa, 20 Desember 2016 di ruang Konfrensi Hotel Whiz Prime kota Bandar Lampung, digelar Lokakarya dengan tema “Semiloka Hasil Kegiatan RUKO (Baseline) dan Launching Lampung Menuju Center of Excellence Pemanfaatan Geothermal Sumatra (Membangun Koalisi untuk Direct Use).” Acara yang diselenggarakan oleh Rumah Kolaborasi dan WWF-Indonesia bertujuan untuk mendorong Peraturan Daerah terkait pemanfaatan langsung panas bumi di kecamatan Ulubelu Tanggamus. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh, perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Kabid Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Lampung, Manager Climate and Energy dari WWF Indonesia, Perwakilan dari Pertamina Geothermal Energy (PGE), Komisi II dan IV DPRD Provinsi PKH Batutegi, BAPEDA, BPMD, BPLDH, Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Lampung, Praktisi dan akademisi.

Kecamatan Ulubelu, merupakan salah satu wilayah dengan potensi panas bumi terbesar di Indonesia dengan total 2.580 MW yang tersebar di 13 Titik Potensi Panas Bumi. Oleh karena itu sejak 1996, Pertamina Geothermal Energy mulai beroperasi di daerah ini. Meski begitu hingga saat ini baru 165 MW yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.

Dalam diskusi tersebut, DedemIT Lampung Menfasilitasi warga dengan perangkat layanan video conference (vidcom) sebagai media komunikasi untuk menyalurkan aspirasi masyarakat Kecamatan Ulubelu. Sodri Kepala Pekon Datarajan  tampak antusias menyampaikan beberapa harapan terkait dengan keberadaan Pembangkit Listrik Energi Panas Bumi yang berada di wilayahnya melalui video conference, “meskipun terpisah oleh jarak tetapi aspirasi masyarakat bisa langsung didengar oleh pemangku kebijakan” tuturnya. Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi DedemIT Lampung berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat terkait pentingnya penguasaan dan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk kesejahteraan masyarakat desa dan peningkatan pelayanan publik.

Pihak Direktorat Panas Bumi, Kementerian ESDM menjelaskan bahwa diharapkan sebelum Semester II tahun 2017, RPP tentang pemanfaatan langsung sudah disahkan yang selanjutnya akan menjadi dasar penerbitan peraturan pemerintah dan Perda. Pemerintah berharap pemanfaatan energi panas bumi ini tetap memperhatikan lingkungan. Untuk masyarakat di sekitar kawasan eksplorasi panas bumi, pihak pemerintah terus mendorong PGE agar realisasi CSR dari PGE memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Untuk tahun 2017 CSR dari PGE sebesar 1,3 M dengan realisasi 744 juta dan PGE berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mengembangkan energi bersih yang ramah lingkungan sehingga bisa membantu mengurangi emisi karbon secara berkesinambungan. (Red.Riadi_N).

Related Post

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 1