Kearifan Lokal Di Festival Baduy

Pembukaan Festival Baduy 2016, Image Koleksi: http://kanekes.desa.id/

Festival Baduy akhirnya terselenggara di desa Kanekes kecamatan Lewidamar kabupaten Lebak Banten pada tanggal 4-6 November 2016. Meski Festival dirancang sederhana, sejumlah kalangan memberikan pujian atas festival ini. Terlebih, kepanitiaan dan seluruh acara dikelola oleh masyarakat Baduy secara mandiri. Festival diawali dengan pembukaan acara oleh Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Republik Indonesia, dengan membunyikan Angklung Buhun Baduy dilanjutkan dengan penganugerahan Katineung dari Menko kepada pemerintah kabupaten Lebak atas kepedulianya terhadap masyarakat adat  Baduy dan Kasepuhan serta penghargaan dari (LEPRID) Lembaga Prestasi Indonesia Dunia untuk kategori rekor dunia menenun kain tenun Baduy pewarna alami dengan peserta terbanyak

Festival Baduy terselenggara atas inisiatif desa Kanekes dan didukung oleh beberapa pihak diantaranya Kementrian PMK, Australian Government, Kementrian Pariwisata, Kementrian Informasi dan Komunikasi Pemerintah Kabupaten Lebak, dan Program Peduli dengan mengusung tema “Bersama Menuju Masyarakat Adat Yang Mandiri” acara yang berlangsung selama tiga hari ini menampilkan Kegiatan Seni dan budaya, pameran produk lokal dan kerajinan, sentra pelayanan dasar, serta digital marketing.

Pengunjung yang hadir terkesan dengan keramahan masyarakat Baduy pada tamu. Lingkungan kampung sangat bersih, tak ada sampah berserakan. Tempat sampah tersedia di mana-mana, tata ruang desa yang diatur secara apik sehingga wajah kampung terlihat asri. Selain terampil mengelola lingkungan ternyata masyarakat Baduy juga mampu memanfaatkan sumberdaya masyarakat yang tersedia sehingga setiap warganya memiliki kompetensi dasar yang sama. Mulai dari ketrampilan  pertanian, tenun, kerajinan, dan budaya. Hasilnya, mereka memiliki kemampuan dan produktivitas yang tinggi. semua warga bekerja secara kreatif untuk mengelola sumberdaya di wilayahnya secara baik dan berkelanjutan.

Salah satu barang kerajinan yang dipamerkan dan memiliki nilai jual yang tinggi karena keunikanya adalah Tenun Aros yaitu kain tenun tradisional yang dibuat dan dipakai oleh masyarakat Baduy Dalam, sebagai pakaian tradisional. Tenun Aros adalah kain khas dengan garis-garis hitam dan putih yang menggunakan pewarna alami dari kayu, dan tanaman hutan yang tumbuh secara alami dan dijaga kelestarianya.

Sardi, warga desa Kanekes dari Baduy Luar, menuturkan “tenun Aros sangat dicari oleh wisatawan yang berkunjung ke Baduy baik dari dalam maupun luar negeri. Turis asing sering membeli kain tradisional tersebut untuk dibawa pulang kenegaranya sebagai koleksi benda seni”

Kanekes Dalam atau Baduy Dalam mengenal dua sistem pemerintahan: sistem nasional peraturan pemerintah Indonesia, dan sistem tradisional. Kedua sistem pemerintahan tersebut bisa digabungkan atau berakulturasi sedemikian harmonis sehingga tidak pernah ada konflik sosial yang terjadi.

Dari sekian banyak kegiatan yang diselenggarakan selama Festival, Pelatihan Digital Marketing bagi masyarakat Baduy menjadi poin yang utama karena disinilah masyarakat Baduy bisa dikenal dunia melalui produk-produk mereka dengan memanfaatkan media digital atau internet. Untuk itu Kementrian Komunikasi dan Informasi yang bekerjasama dengan PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) memberikan layanan website gratis untuk UMKM bagi masyarakat Baduy. seperti yang dituturkan oleh Aji salah satu pendamping Program Satu Juta Domain, diharapkan dengan pemberian layanan website gratis ini, dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi dan sarana belajar,  untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat Baduy didalam memasarkan produk setempat melalui E-commerce. Dan pada akhirnya dengan teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk membantu operasional dalam proses bisnis, memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan menyediakan informasi jasa dan produk yang ditawarkan tanpa dibatasi ruang dan waktu sehingga produk Baduy bisa go global.

Walaupun transformasi teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial masyarakat. Saat ini, segala aspek kehidupan telah berkembang dengan pesatnya, seiring dengan perubahan masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern dalam arus globalisasi yang tidak bisa dihindari. Ternyata ada kearifan lokal disini, masyarakat baduy tetap bisa menjaga tradisi. (Rino)

Related Post

PDF24    Send article as PDF   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 9 =