Home / Kegiatan / Pelatihan Pengelolaan Website Desa Mulyosari

Pelatihan Pengelolaan Website Desa Mulyosari

111Pemerintah Desa (Pemdes) Mulyosari antusias mengelola website desanya. Antusiasme yang besar itu ditunjukan dengan mulai banyaknya berita yang diunggah ke website dan mulai lengkapnya informasi tentang Desa Mulyosari.

Namun, kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan website desa dari dua orang administrator website Desa Mulyosari menyebabkan website tersebut kurang tertata. Untuk meningkatkan pengetahuan administrator website Desa Mulyosari, Pemdes Mulyosari berinisiatif melakukan pelatihan pengelola website Desa Mulyosari.

Dalam pelatihan pengelolaan website desa yang dilaksanakan pada 29-30 Oktober 2014 tersebut, Pemdes Mulyosari melibatkan banyak peserta. Peserta tersebut terdiri dari tiga orang staf Desa Mulyosari, Kepala Desa (Kades) Mulyosari dan Gabungangan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Mulyosari. Selain itu, Pemdes Mulyosari juga berinisiatif mengundang desa-desa tetangga (Desa Poncorejo, Desa Gunung Rejo, Desa Ceringin Asri, dan Desa Sumberjaya) untuk ikut dalam pelatihan tersebut.

Kegiatan pelatihan diawali dengan diskusi Implementasi UU No. 6/2014 tentang Desa. Dalam diskusi tersebut dihadirkan Codri Cahyadi, Kades Hanura untuk memaparkan implementasi UU Desa. Selain itu, dalam diskusi tersebut juga dihadirkan Kabid PMD Kecamatan Padang Cermin, Pesawaran untuk memberikan sambutan.

Diskusi tersebut sengaja dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan Sistem Informasi Desa (SID) sebagai bentuk implementasi UU Desa. Diskusi ini juga dimaksudkan untuk memperkuat pemahaman Pemdes yang hadir dalam mengelola pembangunan desanya.

Pelatihan pengelolaan website desa lalu diisi dengan pelatihan pembuatan surat elektronik (surel) dan pembuatan akun sosial media (google+, facebook dan twitter). Materi pelatihan pembuatan surel dan akun sosial media diisi oleh Ricki Wicaksono, relawan dedemIT Lampung yang juga Bendahara Desa Hanura.

Seluruh peserta mengikuti materi pelatihan dengan antusias. Bahkan tanpa terasa, peserta larut dalam mengelola sosial media desa dan saling berkirim surel hingga jam 12 malam. Tidak hanya itu, Kades Mulyosari juga larut bersama peserta mempelajari dan mencoba penggunaan sosial media desa.

Di hari ke dua, pelatihan terhenti karena padamnya listrik di seluruh Kecamatan Way Ratai. Padamnya listrik menyebabkan pelatihan sempat tertunda selama 2 jam.

Panitia pelatihan pengelolaan website Desa Mulyosari berinisiatif menggunakan genset untuk sumber listrik. Namun, karena listrik yang padam tersebut meliputi seluruh wilayah Kecamatan Way Ratai, sinyal internet yang dibutuhkan untuk pelatihan tersebut ternyata tidak ada karena BTS yang ada juga ikut padam listriknya.

Kegiatan pelatihan lalu dilanjutkan dengan diskusi implementasi UU Desa. Diskusi yang dilakukan dari siang hingga sore hari tersebut akhirnya memperoleh kesepakatan bahwa desa-desa yang belum memiliki website desa akan mengajukan permohonan website desa ke Gerakan Desa Membangun (GDM). (Rifky)

RelatedPost

www.pdf24.org    Send article as PDF   

4 comments

  1. semangat teman-temanku !
    kita bangkitkan semangat kita untuk memajukan desa kita , terus berkreasi untuk membangun desa .

  2. lanjutkan pelatiha” nya agar desa” yang ada tidak gaptek

  3. Maunya lagi nih pelatihan pengelolaan websitenya, heeee

  4. kapan laginih ya! 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

46 + = 48